Tragis! Akibat Bullying Seorang Anak Tewas Gantung Diri

Stop Bully! Keluarga anak berusia 13 tahun yang tewas gantung diri bernama Daniel Fitzpatrick setelah diduga mengalami depresi akibat Bullying disekolah membuka prosesi pemakamannya kepada publik

Keluarga dan teman-temannya akan memberi penghormatan terakhir dihari Senin dan Selasa untuk Daniel Fitzpatrick, anak berusia 13 tahun dari Staten Island, New York, yang tewas menggantung diri pada hari Kamis setelah mendapat gangguan bully di sekolah.

Keluarga Daniel tengah mengalami duka mendalam karena kepergiannya yang mengenaskan, kini mereka berada di rumah duka di Harmon di Staten Island, menurut informasi dari salah satu karyawan tempat pemakaman.

Daniel Fitzpatrick Akibat Bullying Seorang Anak Tewas Gantung Diri

Pemakaman Daniel Fitzpatrick, 13 tahun akan dilakukan pada pukul 11, hari Rabu di Sacred Heart Church R.C. di Staten Island.

Puluhan orang mengucapkan belasungkawa dan penghormatan kepada Daniel beserta keluarganya diwebsite rumah duka yang menampung jasadnya sementara, “turut berduka cita atas kepergian anak Anda. Ini duka mendalam dari saya. Tidurlah dalam damai malaikat yang manis,”demikian curahan si penulis.

Adik perempuan Daniel menemukan tubuhnya berada di loteng, pada hari Kamis. Penyebab kematian disebabkan bunuh diri dengan cara menggantung, kata juru bicara kota New York Julie Bolcer, selaku pemeriksa medis memberi konfirmasi.

Orangtua Daniel memberikan catatan anaknya sebelum memutuskan bunuh diri kepada The New York Daily News, Ia menyatakan selalu di bully dan di ganggu di sekolah, yang terletak di Brooklyn.

“Aku menyerah,” tulis Daniel, yang akan menjadi seorang siswa di sekolah tinggi Brooklyn’s Xaverian pada musim gugur mendatang

“Para Guru tidak melakukan apa-apa!” ia menulis dalam catatan dengan tulisan tanganya.

Ayahnya Daniel Fitzpatrick, memposting video ke akun Facebooknya, mengucapkan terima kasih kepada orang-orang atas dukungan mereka. Dalam video itu dia mengutuk kedua anak yang diduga “menyiksa” anaknya dan sekolah Katolik yang hanya mengatakan “kamu akan baik-baik saja… Hal ini akan cepat berlalu” ketika Daniel berusaha meminta perlindungan dari pihak sekolah.

“Terima kasih kepada semua orang diluar sana atas dukungannya dan ucapan belasungkawa, yang telah memberikan sumbangsih pikiran serta berbagi,” ucap orangtua Daniel dalam video Facebook.

” kisah Anak saya sekarang tersebar keseluruh dunia dan biarkan dunia tahu bagaimana rasa sakit yang dia alami secara tragis mengiringi kepergiannya.. kini aku sangat merindukan anakku….”

“Tidak ada orang tua yang mengharapkan mau mengubur anak mereka. Tidak boleh ada Anak harus pergi seperti apa yang dialami oleh anak saya.” demikian kisah sedih sang ayah yang harus kehilangan anaknya seperti dilaporkan the people.

This Article Was Written By Tyara Venasya

Media Internet membuka Inspirasi bagi Penulis yang kreatif dengan berbagi informasi

Tyara Venasya

Leave a Comment