Takut Jarum Suntik? Kini Teknologi Baru Hadirkan Pengganti Jarum suntik

oleh
Pengganti Jarum suntik

Takut Jarum Suntik? Kini Teknologi baru Hadirkan Pengganti Jarum suntik.

Para ilmuwan telah membuat patch larut yang dapat memberikan vaksin dan berpotensi menggantikan fungsi jarum suntik secara keseluruhan.

Teknologi baru dalam melakukan pemberian Vaksin yang dimasukan kedalam tubuh manusia hanya dengan cara meletakkan patch kecil ke jari seseorang, dan selanjutnya larut ke dalam kulit manusia. dengan demikian sangat bisa mengurangi potensi penyebaran penyakit dengan membuat proses vaksinasi jauh lebih mudah dan efektif dibandingkan menggunakan media jarum suntik.

Pengganti Jarum suntik

Teknologi baru ini terbuat dari bahan larut yang berarti bahwa ketika ditempatkan ke kulit seseorang akan langsung melarut. Teknologi saat ini sebagian besar vaksin yang disuntikkan ke dalam kulit atau otot manusia adalah melalui jarum suntik dan untuk sebagian orang dengan hanya melihat jarum suntik yang tajam proses injeksi ini sangat menakutkan, selain itu proses penyuntikan jarum kedalam tubuh membutuhkan staf ahli seperti dokter atau perawat dan berbanding lurus dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh seseorang yang membutuhkan perawatan

“Kami sangat bersemangat untuk melihat bahwa microneedle Patch baru kami adalah sama efektifnya dengan vaksin via jarum dan dalam beberapa kasus bahkan lebih efektif,” kata Profesor Nakagawa, salah satu penulis studi Universitas Osaka. Usaha-usaha sebelumnya untuk mengembangkan microneedles mengandalkan silikon atau logam. Tapi metoda ini dianggap tidak aman, karena kadang-kadang akan putus di kulit dan meninggalkan fragmen, kemudian teknologi Baru Hadirkan Pengganti Jarum suntik ini yang dikembangkan adalah proses larut yang dirancang lebih aman memecah di kulit tanpa meninggalkan bekas yang signifikan.

Hasil uji coba yang dilaporkan dalam sebuah makalah, studi klinis dan penilaian stabilitas vaksinasi influenza transkutan baru dan menggunakan patch larut microneedle diterbitkan bulan ini dalam Biomaterial.