New York Diguncang Ledakan Bom Pipa, Tersangka Ikut Terluka

oleh
New York Diguncang Ledakan Bom Pipa, Tersangka Ikut Terluka
New York Diguncang Ledakan Bom Pipa, : REUTERS

Omediapc.com, Manhattan – Sebuah ledakan mengguncang Terminal Bus Otoritas Pelabuhan New York yang merupakan salah satu pusat komuter tersibuk di kota ini, Polisi mengatakan satu tersangka terluka bersama dengan tiga korban lainnya.

Polisi belum mengidentifikasi perangkat yang digunakan. Saluran televisi lokal WABC mengutip sumber tersebut mengatakan bahwa kemungkinan jenis bom pipa diledakkan di lorong bawah tanah oleh seorang tersangka.

Petugas pemadam kebakaran memberikan laporan lewat laman Twitternya: ada empat korban luka-luka dengan kondisi yang tidak membahayakan. Salah satu yang terluka adalah petugas kepolisian Port Authority.

Akibat ledakan bom yang terjadi pada pagi waktu setempat itu, Terminal bus untuk sementara ditutup, Otoritas Pelabuhan New York dan New Jersey mengatakan dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“Ada lonjakan (orang) menaiki tangga untuk keluar,” kata Diego Fernandez, salah satu penumpang di Port Authority. “Semua orang takut berlarian dan berteriak.”

Walikota New York Bill de Blasio dan Presiden Donald Trump telah diberitahu tentang insiden tersebut. Sedangkan Gubernur New York Andrew Cuomo ada di tempat kejadian demikian dilansir kantor berita.

WABC melaporkan bahwa tersangka berusia 20-an tahun dan berasal dari Bangladesh telah berada di Amerika Serikat selama tujuh tahun dan memiliki alamat di Brooklyn New York.

Laporan pertama kejadian tersebut dimulai segera setelah pukul 7 pagi (1200 GMT), pada awal jam sibuk. New York pada bulan Desember mengalami lonjakan pengunjung yang datang untuk melihat peragaan toko, pohon Natal, Rockefeller Center dan pertunjukan Broadway.

Berita tentang kejadian itu mengacaukan pasar keuangan karena perdagangan mulai berlangsung dalam sepekan. Indeks Standard & Poor’s 500 emini futures, dolar melemah terhadap yen dan harga sekuritas Treasury A.S. naik pada tawaran flight-to-safety.

Insiden tersebut terjadi kurang dari dua bulan setelah seorang imigran Uzbek membunuh delapan orang dengan mengendarai sebuah truk sewaan menyusuri jalan sepeda New York City.