Neil Prakash Teroris Asal Australia Ditangkap Di Turki

OmediaPc.com – Salah satu teroris paling dicari Australia, Neil Prakash, telah ditangkap di Turki jelang 1 bulan setelah serangan pesawat tak berawak yang diyakini telah membunuhnya di Irak.

Neil Prakash Teroris Asal Australia Ditangkap Di Turki

Penangkapan oleh pihak berwenang Australia dan Turki meningkatkan kemungkinan bahwa ia dapat diekstradisi ke Australia untuk menghadapi pengadilan setelah bertugas tiga tahun sebagai salah satu perekrut paling berpengaruh ISIS, propaganda dan perencana serangan.

Pemerintah federal mengatakan pada bulan Mei bahwa mantan pemain Melbourne tersebut terlibat dalam beberapa rencana teroris Australia yang digagalkan, dan sebelumnya dikabarkan tewas menyusul target serangan

Namun, sebuah artikel New York Times yang diterbitkan pada hari Kamis mengatakan ia selamat walupun terluka. Pihak berwenang Australia menegaskan kepada media bahwa ia ditangkap oleh pemerintah Timur Tengah dalam beberapa minggu terakhir.

Fairfax Media telah diberitahu, bahwa Neil Prakash terdeteksi berada di Turki dan pihak berwenang Australia kemudian terlibat dalam penangkapannya.

Lebih lanjut pihak berwenang Australia mengadakan pembicaraan dengan otoritas Turki tentang apa tuduhan yang dialamatkan kepada Prakash di Turki, Jika dianggap relatif kecil, Australia akan mendorong untuk mengekstradisi ke Australia.

AFP mengeluarkan surat perintah penangkapan Prakash di tahun 2015 karena menjadi anggota organisasi teroris dan melakukan serangan ke negara asing dengan tujuan melakukan aksi bermusuhan.

Neil Prakash juga bisa menghadapi tuduhan lain yang berkaitan dengan pertempuran, perekrutan dan perencanaan serangan.

Sejak meninggalkan Melbourne pada tahun 2013, mualaf Prakash berperan menjadi saluran utama bagi para pejuang asing bepergian ke zona konflik.

Neil Prakash, kemudian lebih dikenal dengan nama Abu Khaled al-Cambodi, diduga berkomunikasi dengan sekelompok orang Melbourne merencanakan serangan teroris Anzac Day tahun lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan Sky News pada 5 Mei, Jaksa Agung George Brandis mengumumkan bahwa Prakash adalah salah satu dari sekitar 12 pejabat IS yang terkena serangan pesawat Drone.

Dia menggambarkan Prakash sebagai “target nilai tertinggi dari sudut pandang Australia jika melihat kepada konflik Timur Tengah”.

Neil Prakash adalah individu, lebih dari yang lain, yang telah aktif memberi inspirasi dan menghasut serangan terorisme domestik di Australia. Jika Anda ingin menggambarkan dia sebagai Australia No 1 teroris itu tidak akan jauh dari padanya.”