Manfaat Teh Hijau Memiliki Potensi Melawan Kanker

oleh
Manfaat Teh Hijau Memiliki Potensi Melawan Kanker

Manfaat Teh Hijau Memiliki Potensi Melawan KankerOmediapc.com – Sebuah senyawa yang ditemukan dalam teh hijau memiliki potensi yang dapat menyelamatkan jiwa pasien penderita kanker darah, ilmuwan AS menyatakan.

Insinyur biomedis di Washington University menemukan senyawa epigallocatechine-3-gallate (EGCG) yang disinyalir bermanfaat untuk pasien yang tengah berjuang menghadapi multiple myeloma dan amiloidosis yakni jenis penyakit langka dari sumsum tulang.

Pasien-pasien ini rentan terhadap kondisi fatal yang disebut cahaya rantai amiloidosis, yang menyebabkan akumulasi racun plak di berbagai organ termasuk jantung dan ginjal.

EGCG adalah polifenol yang ditemukan dalam daun teh hijau, juga ditemukan di banyak rempah-rempah dan herbal. produk dan rempah-rempah yang kaya mikronutrien lainnya adalah cengkeh, adas bintang, daya kakao, oregano, biji rami dan cokelat hitam.

Manfaat teh hijau ini berperan dalam pencegahan penyakit degeneratif seperti kanker dan penyakit jantung. Temuan serupa telah ditemukan pada mereka dengan multiple myeloma dan amiloidosis.

Penelitian sebelumnya di Washington University menunjukkan EGCG dapat mencegah zat berbahaya membangun dirinya pada protein tubuh manusia yang menderita Parkinson dan penyakit Alzheimer.

Penelitian, yang diterbitkan dalam Journal of Biological Chemistry, menunjukkan pada pasien sumsum tulang, EGCG mengubah struktur internal dari protein amiloid rantai ringan, mencegah bentuk cacat replikasi dan pengumpulan.

“ECGC menarik rantai cahaya menjadi berbagai jenis agregat yang tidak beracun dan tidak membentuk struktur urat saraf, seperti yang terjadi pada organ-organ yang terkena amiloidosis,” berkata penulis utama Jan Bieschke, asisten profesor teknik biomedis di universitas School of Teknik & Sains Terapan.

Uji klinis kini sedang dijalankan di Jerman dan China, kata Profesor Bieschke.

“Kelompok penelitian saya melihat mekanisme protein dalam tabung reaksi. Kami sedang mempelajari cara kerjanya pada tingkat dasar. Pada saat yang sama, uji klinis dilakukan di Amiloidosis Pusat di Heidelberg, dan penderita Alzheimer di Berlin dan pasien Parkinson di Cina. Kami mengharapkan senyawa ini bekerja pada semua kondisi pasien.