Kisah Hidup Katsuko Saruhashi Tokoh Sains Perempuan Jepang

oleh
Katsuko Saruhashi
Katsuko Saruhashi Google Doodle

Katsuko Saruhashi sewaktu masih duduk di sekolah dasar, ia memperhatikan hujan turun melalui jendela dan bertanya-tanya apa yang membuat terjadinya hujan. Perjalanan untuk mendapatkan jawaban tersebut membawanya menjadi wanita pertama Jepang yang mendapatkan gelar doktor dalam bidang kimia dari Universitas Tokyo pada tahun 1957.

Saruhashi terkenal karena penelitiannya yang inovatif sebagai seorang geokimiawan. Dia adalah orang pertama yang secara akurat mengukur konsentrasi asam karbonat dalam air berdasarkan suhu, Tingkat pH, dan klorinitas. Dinamai ‘Saruhashi’s Table’, metodologi ini terbukti sangat berharga bagi para ahli kelautan di mana-mana.

Dia juga mengembangkan teknik untuk melacak perjalanan jatuhnya radioaktif melintasi samudera yang menyebabkan pembatasan eksperimen nuklir samudra pada tahun 1963.

Selama karirnya kurang lebih 35 tahun, Saruhashi menjadi wanita pertama yang terpilih menjadi anggota Dewan Ilmu Pengetahuan Jepang pada tahun 1980, dan juga wanita pertama yang mendapat penghargaan Miyake Prize untuk geokimia pada tahun 1985 di antara sekian banyak penghargaan lain yang ia terima.

Saruhashi juga merupakan promotor wanita yang hebat dalam sains. Pada tahun 1958, ia mendirikan Society of Japanese Women Scientists, namun tidak hanya sebagai “sistem pengakuan kompensasi” (Rossiter 1982, 297-312). Ini adalah platform untuk mengumpulkan, mendiskusikan, dan menemukan solusi praktis untuk masalah yang dihadapi oleh para ilmuwan wanita (Saruhashi 1999, 47-48).

Dia sangat berkomitmen untuk menginspirasi wanita muda untuk belajar sains, dan mendirikan Saruhashi Prize pada tahun 1981 dan Penghargaan tahunan untuk ilmuwan wanita Jepang yang memberikan kontribusi penting bagi ilmu pengetahuan alam hingga menjadi salah satu hadiah akademis paling bergengsi demi mengakui ilmuwan wanita pada penelitian yang berbeda dalam ilmu alam.

Hari ini pada hari ulang tahunnya yang ke 98, Google Doodle memberikan penghormatan kepada Dr. Katsuko Saruhashi atas kontribusinya yang luar biasa terhadap sains, dan untuk mengilhami ilmuwan muda agar meraih sukses.

Ketika dia meninggal pada tahun 2007 pada usia 87 tahun, (Surat Kabar Mainichi 2007, Yomiuri Shimbun 2007) menjelaskan bahwa Saruhashi Katsuko akan dikenang sebagai wanita yang hidup sesuai dengan namanya. Dia adalah seorang geokimiawan yang sukses, yang bekerja di Lembaga Penelitian Meteorologi Kementerian Transportasi Jepang (MRI) selama 35 tahun.