Lagi, Kerusuhan Penjara Brasil – Balas Dendam Geng Narkoba Tewaskan 33 Napi

Kerusuhan Penjara Brasil - Balas Dendam Geng Narkoba Tewaskan 33 Napi

Omediapc.com – Brasil, Setidaknya 33 tahanan tewas dalam kerusuhan penjara di Brazil, sejarah kelam perang geng narkoba kali ini disinyalir sebagai balas dendam setelah anggota geng narkoba menjadi sasaran dalam pembantaian penjara terburuk dalam beberapa dasawarsa yang menewaskan 56 orang tewas awal pekan ini.

Beberapa dari narapidana yang tewas ditemukan dipenggal, hati mereka dipotong dan tubuhnya dibakar di api unggun, koran Estado de S.Paulo melaporkan pada hari Jumat, mengutip pernyataan pejabat keamanan.

Sementara itu pejabat negara mengatakan, kerusuhan di Monte Cristo, lembaga pemasyarakatan terbesar negara bagian Roraima berada di bawah kendali pasukan polisi elit. Kekerasan antara geng narkoba di penjara itu telah berakhir dengan 10 napi tewas pada bulan Oktober.

Setidaknya 93 tahanan tewas dalam tiga kerusuhan penjara terpisah pekan ini di Brazil, memicu kekhawatiran bahwa kekerasan antara geng narkoba yang mengendalikan penjara dinegara itu semakin di luar kendali.

Pejabat keamanan di negara bagian Roraima, Uziel de Castro, menyalahkan konflik kekerasan yang terjadi Jumat 6/1/2016 berbasis pada geng narkoba Paulo Sao Pertama Command Capital (PCC), yang berencana melakukan pembantaian Senin di sebuah penjara di negara bagian Amazonas.

Menteri Kehakiman Brasil Alexandre Moraes mengatakan, bagaimanapun, pembunuhan di Roraima adalah hasil dari perseteruan PCC internal dan tidak terhubung ke pembantaian penjara Senin di Amazonas. Dia bersikeras bahwa Brasil memiliki kendali atas penjara tersebut.

Disisi lain pakar keamanan telah meramalkan akan terjadi lebih banyak kekerasan di sistem penjara brasil yang menampung geng narkoba bermula dari kekerasan yang menewaskan 60 Narapidana di penjara Brasil hari Senin lalu.

“Sudah mulai benar-benar buruk. Situasi ini jelas bola salju dan tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah untuk menghentikan kekerasan dalam jangka pendek,” kata Rafael Alcadipani, seorang ahli keamanan publik di Getulio Vargas Yayasan think tank di Sao Paulo.

“Kami sudah membayar harga untuk total 50 tahun untuk mengabaikan sistem pemasyarakatan.” Alcadipani mengatakan bahwa sistem pemasyarakatan Brasil telah jadi “mandiri” dibawah kendali geng narkoba adapun dalam beberapa bulan jarang terjadi konflik kekerasan dan pembunuhan massal karena adanya gencatan senjata antara faksi kriminal terbesar Brasil. “Tapi kita kemudian menyaksikan setelah kita mengalami perang antar geng, pembunuhan ini pasti akan terjadi karena negara tidak memiliki kontrol atas penjara,” katanya.