Google Akan Memblokir Iklan di Situs Berita Palsu

253 views

San Francisco: Alphabet Google Inc mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan merubah kebijakannya untuk mencegah website menggambarkan konten dengan menggunakan jaringan periklanan AdSense, langkah yang ditujukan ini demi menghentikan penyebaran “berita palsu” dan jenis-jenis informasi yang salah di internet.

Google Akan Membatasi Iklan di Situs Berita Palsu

Perubahan kebijakan ini muncul sebagai akibat dari Google, Facebook dan Twitter menghadapi reaksi atas peran mereka bermain dalam pemilihan presiden AS yang memungkinkan terjadi penyebaran informasi palsu dan tak jarang membahayakan dan mungkin juga mempengaruhi pemilih terhadap salah satu kandidat Partai.

OmediaPc.com – Masalah ini telah memicu perdebatan sengit di medsos Facebook, bahkan CEO eksekutif FB, Mark Zuckerberg dengan tegas menampik bahwa sosmednya telah mempengaruhi pemilu amerika dalam beberapa hari terakhir.

“Ke depan, kita akan membatasi penayangan iklan pada halaman yang menggambarkan, salah mengutarakan, atau menyembunyikan informasi tentang penerbit, isi penerbit, atau tujuan utama dari properti web,” kata Google dalam sebuah pernyataan.

Perusahaan tidak merinci bagaimana hal itu akan direalisasikan atau kapan kebijakan baru itu diberlakukan.

AdSense adalah platform jaringan pengiklan terbesar untuk menempatkan promo di jutaan situs web yang merupakan bagian dari jaringan Google, dan merupakan sumber utama pendapatan bagi publisher.

Fitur sharing yang terdapat pada medsos membawa visitor untuk mengklik link yang membawa mereka ke situs-situs tertentu, yang kemudian bisa menghasilkan uang dijaringan lalu lintas melalui AdSense.

Facebook kali ini telah sering disalahkan karena memungkinkan penyebaran informasi yang salah secara online, sebagian besar pro pada salah satu calon kandidat, tapi Zuckerberg menolak anggapan bahwa berita palsu adalah masalah besar pada layanan miliknya.

“Dari semua konten di Facebook, lebih dari 99 persen dari apa yang orang lihat adalah otentik,” tulisnya dalam posting blog pada hari Sabtu. “Hanya jumlah yang sangat kecil dari berita itu palsu atau hoax.”

Google telah lama memiliki aturan untuk program AdSense, seperti pemblokiran iklan di situs p0rnografi atau konten kekerasan.

Perusahaan menggunakan kombinasi antara peran manusia dan kecerdasan buatan untuk meninjau situs yang kredibel untuk menjadi bagian dari AdSense, dan situs terus dipantau setelah mereka diterima, seorang mantan karyawan Google yang bekerja pada sistem iklan mengatakan. sistem kecerdasan buatan Google belajar dari situs yang telah dihapus dari program mereka, lalu mempercepat penghapusan pada situs serupa.

Isu berita palsu sangat penting bagi Google jika dilihat dari sudut pandang bisnis, karena banyak advertiser/pengiklan tidak ingin merk mereka disetarakan pada konten yang meragukan. Google terus-menerus mengasah sistem mereka untuk mencoba tetap selangkah lebih maju dari pemilik konten yang tidak bermoral, kata mantan karyawan google tersebut.

Google belum mengatakan apakah harus percaya pada algoritma pencarian, atau sistem yang terpisah untuk menentukan hasil peringkat dalam layanan Google News, dan juga perlu adanya langkah modifikasi untuk mengatasi masalah berita palsu.

Fil Menczer, seorang profesor informatika dan komputasi di Indiana University yang telah mempelajari penyebaran informasi yang salah di media sosial, mengatakan langkah Google AdSense adalah langkah positif.

Namun, ia mengingatkan bahwa mendeteksi situs berita palsu itu tidak mudah. “Bagaimana jika itu adalah situs dengan beberapa informasi nyata dan diselingi beberapa berita palsu? Hal ini membutuhkan pengetahuan khusus dan peran manusia untuk melakukannya,” katanya.

algoritma google google adsense google alphabet sosial media

Berita Lainnya