Fakta Unik Georges Méliès Legenda Sineas Perancis Di Google Doodle

oleh
Georges Méliès Legenda Sineas Perancis Di Google Doodle
Georges Méliès Google Doodle

Georges Méliès, lahir 8 Desember 1861, Paris, Prancis dan meninggal pada 21 Januari 1938, adalah sineas pertama kali yang memfilmkan sebuah narasi fiksi yang diangkat sebagai tema Google Doodle hari ini.

Dari rentang waktu tahun 1899 hingga 1912 Méliès telah membuat lebih dari 400 film, ia dikenal memiliki kemampuan untuk menggabungkan ilusi, komik burlesque, dan pantomim menjadi sebuah karya bertemakan fantasi dengan cara yang lucu dan absurd.

Dia mengkhususkan diri dalam menggambarkan transformasi fisik ekstrim dari tubuh manusia (seperti pemotongan kepala dan anggota badan lainnya) hingga menghasilkan efek komik.

Film-filmnya seperti Cléopâtre (1899; Cleopatra’s Tomb), Le Christ marchant sur les eaux (1899; Christ Walking on Water), Le Voyage dans la lune (1902; “A Trip to The Moon”), Le Voyage à travers l’impossible (1904; The Voyage Across the Impossible), dan Hamlet (1908).

Dia juga memfilmkan rekonstruksi studio acara berita sebagai jenis berita awal. Tidak pernah terpikir olehnya untuk memindahkan kamera kedalam foto close-up atau tembakan jarak jauh.

Siapakah Georges Méliès yang muncul di Google hari ini 3 Mei 2018? berikut jawaban Doodle-nya

Georges Méliès mengubah dunia perfilman lebih dari seabad yang lalu. Betapa menyenangkan bisa menemukan keluasan karya dan warisan yang ditinggalkannya melalui ratusan film! Dia melihat film dan kamera lebih dari sekadar alat pengambil gambar. Dia melihatnya sebagai kendaraan untuk berpindah tempat & membuat orang benar-benar tenggelam dalam cerita.

Méliès menghadirkan keajaiban pada pembuatan film melalui banyak sekali trik dan ilusi. Apa lagi cara paling tepat untuk memberikan penghormatan pada warisannya itu selain dengan menggunakan salah satu alat paling inovatif dan imersif yang tersedia saat ini untuk menyampaikan cerita: Virtual Reality!

Melalui Doodle ini, co-sutradara Fx Goby, Nexus Studios, dan saya ingin menyoroti beberapa trik yang dipelopori Méliès sembari membawa penonton ke dalam sebuah dunia dan kisah yang ajaib.

Selain seorang pesulap, Méliès adalah pendongeng jempolan; karena itu, Doodle ini harus mampu menyampaikan kisah yang jelas. Kami menyajikannya seperti pertunjukan balet atau drama di teater, di mana kita bebas memilih sudut pandang untuk menontonnya. Dalam situasi ini, penonton menjadi kamera, yang mengedit filmnya sendiri.

Di era Georges Méliès orang-orang belum bisa merekam warna, jadi mereka harus melukis setiap frame film dan sering kali hanya dengan beberapa warna saja. Pertumbuhan komersial industri memaksa dia keluar dari bisnis ini pada tahun 1913, dan meninggal dalam keadaan miskin.