EURO Jatuh ke Level Terendah Setelah Referendum Italia

EURO Jatuh ke Level Terendah Setelah Referendum Italia

ROMA, – Nilai mata uang Euro jatuh ke level terendah sejak Maret 2015 dan obligasi Italia turun selaras Perdana Menteri Matteo Renzi mengatakan ia akan mengundurkan diri setelah mengaku kalah dalam referendum konstitusi.

OmediaPc.com – Mata uang tunggal melemah terhadap sebagian besar dari 16 mata uang utama sebagai efek referendum pada rencana Renzi untuk mengendalikan kekuatan dari Senat dan ternyata dikalahkan dengan 59,1 persen menjadi 40,9 persen, menurut penghitungan akhir.

Euro alami kerugian mengikuti pidato perdana menteri, sementara itu yen anjlok terhadap dolar. yield obligasi Italia 10 tahun naik tertinggi dalam tiga minggu, paritas penurunan pekan lalu.

Hasil terbaru dalam serangkaian penilaian telah mengguncang pasar keuangan pada tahun 2016, menyusul voting Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa pada bulan Juni dan efek kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS bulan lalu.

Namun reaksi pasar pada awalnya relatif dapat diredam dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa saat pound turun lebih dari 10 persen karena Inggris telah memilih Brexit, sementara dolar mengalami fluktuasi liar setelah kemenangan Trump.

“Pergerakan menunggu karena semua orang mengharapkan ‘tidak’ untuk saat ini,” kata Jens Peter Sorensen, kepala analis di Danske Bank A / S di Copenhagen. “Saya tidak optimis yang satu ini. Tidak perlu untuk berani di sini dan mulai membeli BTPS. Saya tidak melihat ini sebagai tanda yang sangat positif untuk euro, karena sekarang salah satu negara terbesar di zona euro berada dalam kekacauan politik. ”

Euro turun 0,2 persen menjadi US $ 1,0646 pada 08:37 di London, setelah jatuh sebelumnya 1,5 persen menjadi US $ 1,0506, terendah sejak 16 Maret 2015.

10 tahun yield Italia naik 10 basis poin menjadi 2,01 persen, setelah turun 19 basis poin pekan lalu.

Sementara referendum telah menyuarakan keprihatinan atas masa depan Italia di wilayah euro, sistem politik dan hukum, katakan”tidak” mungkin tidak akan jadi pemicu cepat berakhir.

“Pasar cenderung bereaksi lebih cepat terhadap perubahan lingkungan sekarang,” kata Yannick Naud, kepala pendapatan tetap di Banque Audi (Suisse) SA di Jenewa. “Sekarang ada kemungkinan euro mencapai paritas dengan dolar. Mungkin tidak segera, tapi kemungkinan jika ada kepastian mengenai pemilu baru”-.Bloomberg

This Article Was Written By

Berbagi tips dan informasi di media internet semoga bermanfaat untuk umat, khairunnas anfa'uhum linnas

Dan Andry

Leave a Comment