Daeng Soetigna Pencipta Angklung Diatonis

506 views

Biografi Daeng Soetigna Penemu Angklung Diatonis

Daeng Soetigna berasal dari keturunan bangsawan sunda lahir digarut pada tanggal 13 mei 1908, beliau adalah seorang guru yang lebih dikenal sebagai pencipta angklung diatonis dan menjadi salah satu ciri alat musik Indonesia hingga saat ini.

Karya Daeng Soetigna menemukan alat musik angklung mampu merubah tradisi, dimana kepedulian beliau pada alat musik tradisionil Indonesia dapat diwujudkan dengan beradaptasi untuk memainkan musik-musik Internasional. Selain sebagai penemu angklung Ia juga aktif dalam berbagai pementasan orkes angklung di berbagai wilayah ditanah air.

Daeng Soetigna Penemu Angklung Diatonis

Karena latar belakang Daeng Soetigna yang memiliki darah bangsawan dari keluarganya membuat daeng kecil bisa masuk sekolah pada zaman hindia belanda dimana kesempatan untuk menikmati bangku pendidikan pada waktu itu sangat terbatas bagi kalangan pribumi.

Beliau mengenyam pendidikan dijaman belanda melalui dua jenjang yaitu:

  • HIS Garut tahun 1915 sampai 1921 sebagai murid angkatan kedua
  • Sekolah Raja (Kweekschool) Bandung tahun 1922. Kemudian pada tahun 1923 Kweekscholl berganti nama menjadi HIK (Hollands Islandsche Kweekschool)

Setelah lulus dari sekolah HIK, Daeng Soetigna langsung dinobatkan menjadi seorang guru. jenjang karir pendidikannya berlanjut diusia 45 tahun seperti mengikuti kursus B-1 setara D-3 ditahun 1954, tahun selanjutnya yakni 1955 ia dikirim ke negara Australia untuk bersekolah di Teacher’s College sebagai salah satu perwakilan dalam program Colombo Plan.

Daeng Soetigna Penemu Angklung Diatonis

Hari lahir Daeng Soetigna Penemu Angklung Diatonis Indonesia ke 108 diperingati Google Doodle hari ini untuk memperingati jasa dan sumbangsih karyanya terhadap seni dan musikalitas Indonesia dan dunia

Pada tahun 1938 merupakan Awal mula beliau tergerak untuk membuat angklung, momen tersebut adalah saat daeng soetigna melihat dua orang pengemis menyambangi rumahnya di Kuningan dan kedua orang iini memainkan angklung pentatonis (da mi na ti la da) lebih dikenal dengan not sunda.

Bunyi angklung yang dimainkan dua pengemis tersebut membuat hatinya tertarik untuk membeli angklung tersebut. Ketika alat musik sunda pentatonis berada di tangannya, daya ciptanya mendorong beliau untuk membuat nada angklung diatonis. beliau lalu belajar kepada pakar angklung bernama Djaya guna mewujudkan hasratnya membuat angklung secara nyata.

Kepiawaian Daeng Soetigna dalam menguasai beberapa alat musik yang berasal dari Barat, seperti gitar dan piano memberi jalan lebih mudah untuk menciptakan angklung diatonis, karena beliau menganggap bahwa angklung diatonis lebih dapat dimanfaatkan secara lebih komunikatif untuk diajarkan kepada anak-anak.

Perbedaan angklung tradisional dengan angklung diatonis bisa dilihat dan didengarkan langsung dari bentuk dan bunyi nada yang dihasilkan dua alat musik yang terbuat dari bambu tersebut, anglung pentatonis atau tradisional menghasilkan nada: da-mi-na-ti-la-da sedangkan angklung diatonis mengeluarkan nada do-re-mi….

Angklung tradisonal memiliki bentuk berjejer/renteng dan bisa dimainkan oleh satu orang atau bergrup dengan masing masing bentuk berbeda, sedangkan angklung diatonis harus dimainkan secara berkelompok karena tiap orang hanya dapat memainkan satu nada dan hanya memegang hingga dua anglung saja, walaupun kini seseorang yang telah ahli memainkan alat musik yang menjadi ciri khas indonesia ini dapat pula dimainkan oleh satu orang untuk menampilkan musik secara keseluruhan dalam satu pertunjukan.

Biografi Daeng Soetigna Karya Daeng Soetigna

Related Post