Apa itu Paradise Papers dan Bagaimana Cara Kerjanya?

oleh
Apa itu Paradise Papers?
Apa itu Paradise Papers?

Omediapc.com, Istilah Paradise Papers akhir-akhir ini sering kita dengar menjadi berita terkini hari ini, lalu apa arti dari dokumen surga tersebut hingga melibatkan nama perusahaan besar terkemuka dunia dan orang-orang terkenal dari seluruh pelosok di planet bumi ini?

Paradise Papers mengacu pada bocoran 13,4 juta dokumen. Sebagian besar dokumen atau sekitar 6,8 juta di antaranya berhubungan dengan biro hukum dan perusahaan penyedia layanan yang beroperasi bersama di 10 wilayah hukum dengan nama Appleby. Tahun lalu, penyedia layanan bisnis “fidusia” dari bisnis itu menjadi subjek pembelian manajemen dan sekarang disebut Estera.

Pada dokumen itu, terdapat pula rincian 19 perusahaan terdaftar yang dikelola oleh pemerintah di yurisdiksi rahasia, yakni di Antigua dan Barbuda, Aruba, Bahama, Barbados, Bermuda, Kepulauan Cayman, Kepulauan Cook, Dominika, Grenada, Labuan, Lebanon, Malta, Kepulauan Marshall, St Kitts dan Nevis, St Lucia, St Vincent, Samoa, Trinidad dan Tobago, dan Vanuatu. Makalah ini mencakup periode 1950-2016.

Siapa yang mendapat dokumen dan bagaimana cara mendapatkannya?

Kebocoran tersebut diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung, yang juga menerima Panama Papers tahun lalu. Süddeutsche Zeitung berbagi materi dengan International Consortium of Investigative Journalists, sebuah organisasi berbasis di AS yang mengkoordinasikan kolaborasi global. Süddeutsche Zeitung hingga saat ini belum, dan tidak akan mendiskusikan masalah seputar sumber yang jadi referensinya

Apakah Paradise Papers berfokus pada perusahaan atau individu?

Keduanya. Mereka dipersatukan oleh satu hal yaitu uang. Beberapa perusahaan multinasional terbesar di dunia mengalami kebocoran, termasuk Apple, Nike dan Facebook, serta beberapa orang terkaya di dunia, mulai dari Ratu hingga Bono, dan dari bintang komedi situasi Inggris hingga bintang-bintang yang menyukai Hollywood Boulevard.

Apa dokumen yang ditampilkan?

File menunjukkan kerajaan lepas pantai lebih besar dan lebih rumit daripada yang dipikirkan kebanyakan orang. Dan bahkan perusahaan seperti Appleby, yang membanggakan diri sebagai pembawa standar di lapangan, telah melanggar peraturan regulator yang mencoba mengepalai industri ini.

File-file tersebut menetapkan berbagai cara di mana perusahaan dan individu dapat menghindari pajak dengan menggunakan struktur buatan. Skema ini legal jika dijalankan dengan benar. Tapi kebanyakan yang tampaknya tidak. Dan politisi di seluruh dunia mulai bertanya apakah mereka harus dilarang. Apakah mereka adil dan mesti bermoral?

Perusahaan yang terdaftar di luar negeri dapat digunakan untuk menyimpan aset seperti properti, pesawat terbang, yacht dan investasi pada saham. Data Appleby mencatat sekitar 25.000 perusahaan lepas pantai. Yurisdiksi yang paling populer untuk penggabungan adalah pajak surga yang diperintah oleh Inggris di Bermuda dan Kepulauan Cayman. Kepulauan Virgin Inggris, wilayah luar Inggris yang lain, dan Isle of Man, yang merupakan ketergantungan mahkota Inggris, juga populer di kalangan klien Appleby. (The Guardians)