Aliran Sesat Kerajaan Ubur Ubur Terungkap, Inilah Faktanya

oleh
Aliran Sesat Kerajaan Ubur Ubur Terungkap, Inilah Faktanya

Kerajaan Ubur-ubur dipimpin oleh Ratu Aisyah seorang wanita yang mengaku sebagai Ratu Kidul. Keberadaan aliran sesat yang membuat heboh jagad maya ini terletak di Lingkungan Syabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten.

Sebagai seorang “Ratu” Aisyah mencaci maki pemerintahan Jokowi dan umat Islam di Indonesia. Menurut wanita yang dikenal pengangguran oleh warga sekitar tersebut ia mengatakan pemerintahan Jokowi sibuk dengan korupsinya.

“Pemerintah sibuk dengan korupsi, masyarakat sibuk dengan kebodohannya. Saya rasa, kalian mimpi Indonesia menjadi mercusuar dunia,” kata Aisyah dalam video YouTube yang diunggah pada 10 Juni 2018 berjudul “Sin bet Shima Syaban Mengaku Mempunyai Aset Seluruh Tanah Indonesia”.

Ada delapan orang pengikutnya yang ditugaskan untuk mengurus kerajaan ubur-ubur, bahkan sang Ratu Aisyah membuat struktur organisasi. Berikut struktur organisasi Kerajaan Ubur-ubur yang diduga mengajarkan aliran sesat.

Pihak kepolisian pun akan memeriksakan kejiwaan Aisyah dan Rudi, untuk mengetahui kondisi psikologis keduanya. Jika ada indikasi pidana, maka akan segera ditindak secara hukum.

“Kita tidak bisa terburu-buru menetapkan tersangka. Kita menunggu keputusan resmi dari MUI. Kita harus mengkaji juga undang-undang ITE,” kata AKBP Komarudin, Kapolresta Serang, Selasa (14/08/2018).

Sembari menunggu fatwa dari MUI Kota Serang mengenai aliran Kerajaan Ubur-ubur, apakah masuk ke dalam penistaan agama atau lainnya, pihak kepolisian masih terus melakukan pemeriksaan.

“Masih kita dalami terus. Kita belum menetapkan tersangka. Kita baru pada tahapan penyelidikan, undangan klarifikasi,” ungkapnya.

Sementara itu Sekertaris MUI Kota Serang Amas Tajudin mengaku, sudah melakukan mediasi dengan pihak kerajaan ubur-ubur bersama jajaran MUI Kota Serang. Hasilnya, bahwa Kerajaan Ubur-ubur mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah seorang perempuan.

Bahkan, Ratu Aisyah sebagai pimpinan mengatakan bahwa Allah SWT memiliki makam untuk petilasan. Menurutnya, kabah bukan kiblat umat muslim melainkan tempat pemujaan.

“Parahnya lagi, menurut dia Hajar Aswad dicium oleh umat Islam mirip dengan kelamin wanita perempuan,” kata Amas.