Akibat Vaksin Palsu Pada Anak Balita

Cara mengetahui Akibat Vaksin Palsu Pada Anak Balita yang terindikasi mendapat vaksinasi bukan dari vaksin asli bisa meliputi dua hal penting, hal ini diungkapkan oleh seorang Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe terkait kasus vaksin palsu belakangan ini.

Dua Akibat Vaksin Palsu Pada Anak Balita tersebut bisa berdampak negatif bagi si anak, yang pertama tentang keamanan vaksin palsu dan yang kedua yakni efek dari kekebalan anak setelah mendapat vaksinasi, bahwa dipastikan anak balita tidak akan mendapat kekebalan tubuh yang seharusnya karena mendapat vaksin palsu.

Akibat Vaksin Palsu Pada anak balita

Berkenaan dengan dampak keamanan bagi kesehatan si anak penerima vaksin palsu dijelaskan lebih lanjut oleh dr Dirga hal itu tergantung dari larutan pembuat vaksin tersebut dimana proses penyelidikannya masih ditangani Pusat laboratorium Forensik Polri dan Badam POM.

“Proses pembuatan vaksin palsu jelas tidak steril dan bisa berdampak bagi kesehatan karena bisa saja terinfeksi bakteri, virus dan lain lain” katanya seperti ditulis Antara. dr. Dirga juga menambahkan kemungkinan dalam jangka pendek ialah terkena infeksi”.

“Infeksi karena pemberian vaksin palsu bisa bersifat ringan dan bisa juga infeksi sistemik. Infeksi berat pada balita ini dapat berupa demam tinggi, laju detak nadinya meningkat, laju pernapasan juga meningkat, leukosit meningkat, anak akan kesulitan makan minum hingga terjadinya penurunan kesadaran,” katanya.

Sedangkan efek jangka pendek tersebut, dr. Dirga mengatakan, bisa muncul dalam dua minggu pertama dan jika gejala itu terlihat pada anak, orang tua bisa membawa dan memeriksakan anaknya ke dokter.

“Mengenai dampak yang bersifat jangka panjang belum dapat dipastikan, karena harus menunggu hasil analisis yang masih berjalan terkait kandungan apa saja yang ada dalam vaksin palsu tersebut,” katanya.

Sementara itu, dampak kedua yang mungkin timbul selain dampak keamanan adalah dampak proteksi atau kekebalan

“Vaksinasi bertujuan memberikan kekebalan tubuh pada seseorang sebelum dia sakit, jika seorang anak mendapatkan vaksin palsu tentu tujuan vaksinasi tidak tercapai, kekebalan tadi tidak pernah ada,” katanya.

Berita tentang vaksin palsu ini terbongkar setelah Bareskrim Polri menggerebek pembuatan vaksin palsu yang berlokasi di Pondok Aren tangerang Selatan.

Vaksin palsu yang berhasil digerebek Polisi ini meliputi pembuatan dan pemalsuan vaksin campak, polio, tetanus, BCG dan Hepatitis B dilokasi ini juga pihak kepolisian menemukan bahan pembuatan vaksin palsu berupa larutan, botol dan ampul berikut labelnya.