OmediaPc News - Portal Berita Indonesia

Korea Utara – Selatan Memanas Kim Jong Un Beri Ultimatum Perang

oleh Dan Andry

Bagikan

Semenanjung korea kembali memanas setelah duo korea ini kembali kontak senjata yang ditenggarai dengan saling melontarkan roket ke wilayah masing masing teritoritynya walaupun kemudian diklarifikasi bahwa kedua serangan berbalasan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah memerintahkan pasukannya untuk bersiaga penuh digaris depan menyusul diumumkanya pemberian ultimatum kepada korea selatan agar segera dihentikannya propaganda anti pyongyang oleh pihak korsel.

Perang Korea

Ultimatum Kim ini berlaku 24jam sejak hari kamis lalu sampai dengan sabtu pukul 5 waktu setempat setelah kedua negara yang asalnya satu ini saling melontarkan serangan roket. Peringatan keras Pemimpin Korea utara ini diberlakukan apabila pihak korsel tidak menanggapi keberatan negaranya mengenai propaganda tersebut.

Kedua Korea telah terbagi dengan zona demiliterisasi bersenjata sejak tahun 1950 sampai 1953 pada masa perang Korea. Konflik berakhir dengan gencatan senjata tetapi bukan dalam bentuk kesepahaman perjanjian perdamaian, yang berarti kedua negara tersebut secara teknis masih dalam keadaan berperang.

Pejabat Central News Agency Korea Utara mengatakan pada hari Jumat bahwa Kim Jong Un diktator generasi ketiga dari dinasti pendiri Korea Utara, mengadakan pertemuan komisi darurat militer dipusat partai yang berkuasa pada Kamis malam bahwa pasukan negaranya akan memasuki keadaan perang dan telah bersiap untuk melaksanakan serangan tanpa pandang bulu terhadap Korea Selatan.

Kantor berita Korsel Yonhap mengutip siaran radio negara Korut mengatakan: “Komandan Tentara Rakyat Korea sudah mengirim pasukan ke garis depan untuk mengadakan operasi militer dan menghancurkan alat-alat perang psikologis musuh jikalau tidak segera berhenti melakukan siaran propaganda dalam kurun waktu 48 jam.

Ultimatum ancaman perang Korea utara terhadap selatan bukan kali ini saja, biasanya pihak korut memberikan warning ketika korsel melakukan latihan perang tahunan dengan Amerika yang dianggap sebagai upaya untuk melakukan invasi ke pyongyang.

Sementara itu pihak korsel mengatakan bahwa aksi propaganda dilakukan sebagai tindakan balasan setelah mendapati dua tentaranya terluka akibat ranjau darat ketika sedang melakukan patroli.

Pasukan Korea Selatan kini telah ditempatkan pada siaga maksimum dan presiden Park Geun-hye memimpin pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional dan memerintahkan “respon keras” pada setiap provokasi.

Korea Selatan mengadakan persiapan militer ke level tertinggi. Juru bicara Kepala Staf Gabungan Jeon Ha-kyu melakukan konferensi pers yang disiarkan televisi setempat bahwa Korea Selatan telah siap untuk menanggapi setiap provokasi Korea Utara lebih lanjut. Dalam surat yang dikirim pada hari Jumat untuk staf departemen umum Korea Utara, mengatakan: “Kami mendesak Korut untuk benar-benar tidak melakukan tindakan sembrono, Kami siap untuk membalas setiap aksi sebagai upaya membela diri.

Para pejabat AS dan PBB prihatin dan memantau situasi.

Departemen Luar Negeri AS mendesak Pyongyang untuk menghindari provokasi lebih lanjut dan mengatakan harus tetap teguh dalam komitmennya membela sekutunya Korea Selatan yang menjadi tuan rumah dari 28.500 tentara AS.

Akan tetapi para pengamat menyangsikan kecilnya terjadi potensi perang korea dalam skala besar, ketegangan kedua negara korea ini memang sering terjadi ditandai dengan ancaman dan saling balas tetapi tidak menjurus ke perang yang berakibat patal dan merugikan kedua belah pihak.

Related Post

Bagikan

Lebih lama Mengenal INODE Dan Penggunaannya Di Server Hosting

Lebih baru Duke Kahanamoku Peselancar Legendaris Diperingati Google Doodle

Terkait

Latest