1 Miliar Sholawat Nariyah dan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

oleh
1 Miliar Sholawat Nariyah dan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017
1 Miliar Sholawat Nariyah dan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017
1 Miliar Sholawat Nariyah dan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017
1 Miliar Sholawat Nariyah dan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2017

Omediapc.com, Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah yang dihelat PBNU beserta Nahdliyin di seluruh Indonesia secara bersama sama membaca Shalawat Nariyah mulai Sabtu (21/10) dan merupakan even kedua kali setelah pada tahun lalu dilakukan gelar baca Sholawat Nariyah jelang Hari Santri Nasional 22 Oktober.

“Tahun lalu kita Alhamdulillah diberi kelancaran saat melakukan pembacaan 1 Miliar Shalawat Nariyah serentak di seluruh Indonesia. Tahun ini kita juga melibatkan teman-teman PCINU di seluruh dunia. Jadi insyaAllah Nahdliyyin akan mengguyur langit, bukan saja langit Indonesia, namun juga langit dunia, dengan lantunan Shalawat Nariyah,” Sekjen PBNU HA. Helmy Faishal Zaini menatakan di laman resmi PBNU.

Dilansir laman Nu.or.id Pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak 1 miliar dilakukan warga NU seluruh dunia pada tanggal 21 Oktober malam dengan skema satu paket 4444. Jumlah tersebut merupkan ijazah masyhur yang ada di kalangan kiai-kiai NU.

Menurut salah seorang panitia, Muhammad Aqil Irham, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan melalui warga NU yang berada di majelis ta’lim dan pondok pesantren dan warga NU yang dikoordinir secara struktur. Untuk majelis ta’lim dan pesantren bisa saja satu majelis mengambil paket lebih dari satu satu, tergantung jumlah jama’ahnya.

1 Miliar Sholawat Nariyah
Bacaan Sholawat Nariyah

“Satu paket itu bisa dihabiskan oleh 25 orang santri di mana setiap santri membaca sekitar 177 kali. Bila 1 paket dihabiskan oleh 44 santri, maka setiap santri cukup membaca satu putaran tasbih ditambah 2 yaitu 101 kali baca. Jadi jumlah paket bisa 1, 15, 25, 125, 250 tergantung jumlah kehadiran jamaah,” jelas Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini.

Sedangkan pelaksanaan untuk tingkat struktur NU, PBNU memberlakukan 3 cluster. Cluster 1 A berbasis Ranting (desa) diberlakukan untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah. Cluster 1B berbasis MWCNU (kecamatan) diberlakukan untuk Jawa Barat, Yogyakarta, DKI Jakarta, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Pembacaan 1 miliar Shalawat Nariyah secara serentak dilakukan di sepuluh ribu tempat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Rais ‘Aam PBNU akan hadir pada di tempat berbeda untuk turut serta membaca Shalawat Nariyah tersebut.