OmediaPc News - Portal Berita Indonesia

Depresi Selama Kehamilan Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak

oleh Tyara Venasya

Bagikan

OmediaPc.com – Depresi atau stres saat hamil dapat mengurangi enzim dalam plasenta yang memecah hormon stres kortisol, yang memungkinkan dapat menyebabkan lebih banyak eksposur janin dengan hormon.

Depresi atau stres selama kehamilan dapat meningkatkan resiko masalah perilaku dan emosional pada anak-anak, demikian sebuah studi baru melaporkan.

Kondisi Depresi diperkirakan mempengaruhi setidaknya satu dari lima wanita hamil dalam skala global pada fase akhir kehamilan dan fase setelah lahir yang ditandai oleh suasana hati yang tidak enak, perasaan putus asa, dan juga disebabkan oleh sejumlah faktor lain yang terjadi dalam kehidupan sehari hari.

Depresi Selama Kehamilan Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak

Sebelumnya para peneliti telah memprediksi bahwa stres atau depresi selama kehamilan dapat mempengaruhi perkembangan bayi saat dalam kandungan, serta mempengaruhi ikatan antara ibu dan anak setelah lahir.

Sekarang, tim yang sama menunjukkan fakta hasil studi baru bahwa depresi atau kecemasan dapat mengurangi enzim dalam plasenta yang memecah “hormon stres” cortisol, sehingga bisa menyebabkan lebih banyak eksposur janin dengan hormon.

Janin juga dapat mengalami perubahan epigenetik di bawah tekanan stres, di mana dasar DNA tetap sama tapi ekspresi DNA yang mengalamai perubahan, dan kemungkinan dapat mempengaruhi kesehatan mental selama masa kanak-kanak atau balita.

Tim berpendapat masalah stres dikalangan ibu hamil lebih sering terjadi di negara-negara berkembang dan negara miskin, oleh karena itu akan membutuhkan lebih banyak sumber daya untuk menangani masalah ibu saat hamil di daerah ini.

“Di daerah yang sangat kekurangan, seperti terjadi perang, kekerasan politik, kerawanan pangan, dan sedikit bantuan setelah bencana alam, petugas kesehatan memiliki sedikit waktu atau sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi mereka yang membutuhkan” kata Vivette Glover, peneliti di Imperial College London.

Laporan ini menyoroti kebutuhan kesehatan mental spesifik ibu dan anak di negara-negara miskin yang belum tentu sama dengan negara-negara maju dan berpenghasilan besar.

“Di negara-negara dengan kesejahtraan minim, wanita lebih mungkin mengalami kekerasan oleh pasangannya dan kurang memiliki dukungan sosial. Kasus lainnya adalah terjadi kehamilan diluar nikah, dan faktor kekurangan gizi, infeksi, dan kondisi hidup yang sumpek, “tambah Glover.

Keadaan depresi ibu hamil di negara-negara seperti ini juga lebih mungkin untuk mengalami gizi buruk, meningkatnya penggunaan narkoba, perawatan antenatal yang tidak memadai, pre-eklampsia, kelahiran berat badan bayi rendah, kelahiran prematur, dan bunuh diri.

Penelitian Depresi Selama Kehamilan Mempengaruhi Kesehatan Mental Anak yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Psychiatry difokuskan terutama pada negara-negara yang berada dibawah garis kemiskinan dan negara berkembang.

Related Post

Bagikan

Lebih lama GCC Serukan PBB Turun Tangan Hentikan Pemboman Aleppo Suriah

Lebih baru EXO Gelar Konser Di Hangzhou, Tiket Ludes Terjual Dalam 5 Menit

Terkait

Latest