Puasa Bagi Penderita Diabetes Simak Penjelasan Berikut Ini

0
309

Penderita diabetes yang berpuasa selama bulan Ramadhan cenderung menghadapi resiko komplikasi kesehatan berkenaan dengan kondisinya, oleh karena itu, saran medis dari dokter ahli diperlukan untuk meyakinkan kondisi mereka harus benar benar dalam keadaan fit ketika ingin berpuasa satu bulan penuh.

Periode 1 bulan berpuasa yang diawali dari shubuh hingga waktu magrib kurang lebih 14 jam lamanya dapat menyebabkan perubahan metabolisme dalam tubuh, yang dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius bagi pasien diabetes.

“Jika Anda penderita diabetes, namun tetap ingin menjaga puasa selama bulan Ramadhan, itu selalu lebih baik untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan saat puasa,” berkata Vikas Ahluwalia seorang Direktur (Diabetes dan Obesitas Center) di Rumah Sakit M
ax super specialist, Saket.

Puasa Bagi Penderita Diabetes Simak Penjelasan Medis Dahulu

Amankah berpuasa Bagi Penyakit Diabetes ?

Diabetes adalah suatu kondisi kesehatan yang terjadi ketika gula naik dalam darah sebagai akibat dari kekurangan hormon insulin atau resistensi sel-sel tubuh yang menyebabkan akumulasi glukosa dalam darah. Pembatasan asupan cairan selama berpuasa tersebut dapat mengakibatkan dehidrasi serta fluktuasi kadar gula.

“Puasa seharian, dikombinasikan dengan asupan makanan dua-tiga kali selama kurun waktu singkat dapat menyebabkan fluktuasi luas dalam kadar gula,” kata Rakesh Kumar Prasad, Konsultan Senior (Departemen Endokrinologi) di Rumah Sakit Fortis, Noida.

Baca juga: Apa Itu Diabetes? Kenali Penyebab Penyakit Diabetes

Penderita diabetes saat berpuasa beresiko menghadapi hipoglikemia yang tiba-tiba jatuh di tingkat gula darah dan dapat menyebabkan kejang dan pingsan atau hiperglikemia yang meningkatkan tensi gula darah yang dapat menyebabkan penglihatan kabur, sakit kepala, meningkatkan kelelahan dan kehausan.

Penderita diabetes tipe 1, atau mereka yang memiliki riwayat hipoglikemia berulang, berada pada risiko yang lebih tinggi jika mereka berpuasa tanpa mengindahkan saran dokter terlebih dahulu

“Pasien diminta untuk terus memantau kadar glukosa darah mereka secara berkala. Dalam kasus seorang pasien yang menggunakan insulin, dimungkinkan adanya kebutuhan untuk mengubah dosisnya, ”

Selain itu, dokter mengatakan bahwa kondisi penderita diabetes dapat saja memperburuk keadaannya yang disebut dengan”komplikasi ketoasidosis diabetes” yang merupakan komplikasi serius dimana tubuh memproduksi asam darah berlebih (keton) dan yang menyebabkan muntah, dehidrasi, napas tersengal sengal , kebingungan dan bahkan koma.

Gejala komplikasi ini juga dapat mengembangkan trombosis, yang mengarah pada pembentukan gumpalan darah.
“Dokter dan pasien harus berdialog secara ketat dan aman tentang bagaimana mengatur obat dan jadwal diet sehingga diabetes dapat ditangani secara efektif selama puasa 30 hari dibulan Ramadan,” kata Dr A Ramachandran, pendiri Rumah Sakit Diabetes Chennai

Bagaimana Cara Penderita Diabetes Agar Dapat Berpuasa?

Idealnya, seseorang pengidap diabetes harus berkonsultasi dengan dokter ahli diawal bulan puasa dan mengikuti saran yang diberikan terkait pola diet, dosis insulin dan obat-obatan lainnya yang ditentukan oleh dokter.

Saran medis ini penting bagi pasien diabetes untuk mengontrol asupan makanan selama berpuasa terkait kandungan tinggi karbohidrat, karena mereka mempengaruhi tingkat gula terutama bagi orang-orang dengan diabetes tipe 2.

Konsumsi karbohidrat seperti gula, gula batu, gula aren, madu dan susu kental manis harus dibatasi. Namun, karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti nasi merah, roti gandum dan sayuran jadi pilihan yang lebih baik daripada mengkonsumsi nasi putih atau kentang.

“Sangat penting bagi penderita diabetes untuk mengambil gula alami dalam bentuk buah bukannya jus,” ujar seorang ahli gizi terkenal dan ahli gizi Ritika Samaddar.

Pada waktu berbuka puasa, orang harus makan makanan dalam jumlah kecil. Hindari permen, gorengan dan makanan yang memiliki kandungan garam tinggi atau kadar gula. Juga, tidak boleh langsung tidur setelah makan malam. Diperlukan interval waktu minimal 2 jam sebelum beranjak tidur.

“Sangat penting untuk mengambil makanan yang seimbang dengan skala 20-3 persen adalah protein. Ide yang bagus untuk menyertakan buah-buahan, sayuran, dan salad dalam makanan Anda dan menggunakan metode memasak sehat seperti memanggang dan mengukus, “.

Selain itu, saat berbuka harus mencakup lebih banyak protein dan kurangi karbohidrat, dengan mengkonsumsi banyak buah-buahan, roti gandum, sereal gandum rendah gula, kacang-kacangan, dan lentil.

“Untuk pasien diabetes, kewajban untuk berpuasa harus diukur sesuai kemampuan kesehatannya, berkonsultasi dengan dokter sejak awal awal hari penting dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya benar benar siap menjalankan puasa bulan Ramadan yang aman dan sehat,”

BAGIKAN
Berbagi tips dan informasi di media internet semoga bermanfaat untuk umat, khairunnas anfa'uhum linnas