Fakta Mengapa Mimpi Sulit Di Ingat Kembali

Sebagai salah satu kebutuhan primer, tidur merupakan kebiasaan sehari hari manusia untuk mendapatkan lagi kebugaran tubuh setelah sekian lama bekerja, proses mengistirahatkan kembali sel-sel dalam tubuh manusia ini tak jarang membuat orang mendapatkan mimpi dalam tidurnya, disini para peneliti telah melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas otak orang yang mengalami mimpi untuk mengetahui Fakta Mengapa Mimpi Sulit Di Ingat Kembali sementara sebagian lainnya tidak mengalami lupa mimpi.

Para peneliti dari pusat penelitian Neuroscience Lyon, mempelajari kegiatan otak dari objek dua jenis pemimpi untuk mencari kunci perbedaan antara mereka akan pentingnya melihat alasan kenapa mimpi dalam tidur bagi sebagian orang sulit untuk diingat kembali.

Fakta Mengapa Mimpi Sulit Di Ingat Kembali

Namun satu hal yang perlu digaris bawahi adalah mengapa orang bermimpi masih merupakan misteri diantara para ilmuwan. Beberapa percaya itu adalah hasil dari otak memproses informasi untuk menyingkirkan informasi penting lainnya, sementara yang lain mengatakan itu adalah cara neuron dalam otak manusia “menembak” secara acak.

Fakta Mengapa Mimpi Sulit Di Ingat Kembali

Diterbitkan dalam jurnal Neuropsychopharmacology, tim yang dipimpin oleh Perrine Ruby, menunjukkan fakta bahwa satu area dalam otak manusia yang terlibat dalam pengolahan informasi dinilai jauh lebih aktif terjadi pada orang-orang yang secara teratur dapat mengingat mimpi mereka.

Mengapa susah mengingat mimpi sementara dilain waktu mimpi masih dapat diingat? alasan ilmiahnya “High dream recallers” memiliki aktivitas lain di persimpangan temporo parietal, disini para peneliti percaya mungkin orang yang tidur “mengizinkan” dirinya untuk memusatkan perhatian lebih pada rangsangan eksternal, dengan memberikan konsentrasi pada area intra tidurnya tetap terjaga, yang berarti ketika mendapatkan mimpi dapat lebih tertanam ke dalam memori otak.

Sebelumnya, para peneliti menemukan fakta tentang mimpi memiliki dua kali lebih banyak waktu terjaga saat tidur pada objek penelitiannya. orang-orang yang menjadi objek ini saat bermimpi juga jauh kurang reaktif terhadap rangsangan pendengaran saat tidur dan terjaga, oleh karenanya peneliti menyarankan agar tidak lupa mimpi kita harus lebih memfokuskan diri waktu terjaga sebagai cara memfasilitasi kemampuan untuk mengingat mimpi.

Sekarang, tim pencari fakta mimpi telah mengidentifikasi area otak yang berkontribusi dalam memproses cara kerja mimpi. setelah memeriksa relawan mereka, dan dari 41 kasus mimpi, 21 diantaranya dari orang yang mampu mengingat mimpi mereka dan 20 lainnya yang kesulitan mengingat mimpi.

Dan hasil dari penelitian tersebut memberikan fakta ilmiah rata-rata orang tidur yang bisa mengingat mimpi mencapai angka 5,2 impian per minggu, sementara orang yang suka lupa mimpi melaporkan hanya dua mimpi per bulan.

Mengomentari temuan terbaru mereka, Ruby berkata: “ini mungkin dapat menjelaskan mengapa “High dream recallers” lebih reaktif terhadap respon lingkungan, alasan lain ialah mereka mampu membangkitkan respon lebih selama tidur dan disinilah justru dianggap agar lebih baik menjandikan mimpi tersimpan di memori kepala, Otak tidur memang tidak mampu menghafal informasi baru karena dibutuhkan kesadaran untuk menyimpan dan membangun memori yaitu disaat kita terbangun atau terjaga”