Ujian Hidup Sesuai Tingkatan Iman Manusia

Ujian Hidup Sesuai Tingkatan Iman Manusia

Ujian Hidup Sesuai Tingkatan Iman Manusia, adakalanya proses hidup manusia selalu dihadapkan dengan ujian, masalah ataupun musibah, dan semuanya itu kerap menimpa siapa saja selama manusia hidup tidak akan terlepas dari perkara yang menimpanya baik ataupun buruk menjadi warna pengiring kisah anak manusia.

Ketika ujian dan cobaan hidup datang menghampiri kadang terasa lebih berat dari pada yang menimpa orang lain, seolah kita sendirilah yang hanya mendapat ujian ini, tetapi tahukah bahwa pahit getir ujian yang diberikan Allah kepada para rasul, nabi dan wali jauh lebih berat daripada apa yang kita alami selama ini bahkan mungkin tidak layak untuk disejajarkan dengan apa yang menimpa para kekasih Allah AWT.

Hanya manusia dengan motivasi hidup yang kuat, tawakal dan sabar yang mampu melewati semua cobaan ujian dan permasalahan hidup.

Ujian Hidup Sesuai Tingkatan Iman Manusia

Sulton Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani pernah mengatakan: “Allah SWT selalu memberi cobaan dan ujian kepada para hamba-Nya yang Mukmin sesuai dengan kadar keimanannya, Barangsiapa yang besar dan kuat imannya serta selalu meningkatkan imannya, maka semakin besar pula ujian yang diterimanya , ujian dan cobaan seorang rasul lebih berat dan lebih besar daripada ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepada seorang Nabi,.

Kemudian makom seorang nabi itu ujian dan cobaannya lebih besar daripada seorang wali ‘abdal, Ujian seorang wali ‘abdal jauh lebih berat lagi daripada ujian kepada seorang wali biasa, disini kita bisa memahami bahwa ujian yang menimpa seseorang itu terjadi berdasarkan tingkat keimanan dan keyakinannya.

Perihal konteks pemahaman tentang ujian ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW, “Sesungguhnya kami para Nabi adalah golongan orang yang paling berat ujiannya, lalu orang yang lebih menyerupai kami, lalu yang menyerupainya dan begitulah seterusnya,” (HR Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i dan Ad-Darimi)

Allah SWT melanggengkan ujian kepada para junjungan yang mulia tersebut, sampai mereka menjadi abadi dalam haribaan Rabbnya. Dan mereka tidak akan pernah terlalaikan dari kesadaran mereka, karena Allah SWT sangat mencintainya. Mereka adalah golongan orang yang mencintai kebenaran. Sesungguhnya orang yang mencintai itu selamanya tidak akan pernah mempunyai pilihan, selain orang yang mencintainya.” (Sulton Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitab Futuhul Ghayb)

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: “Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Dia mengetahui orang orang yang benar dan Dia mengetahui orang orang yang dusta” (Surat Al-Ankabut ayat 2-3)

Semoga paparan tentang “Ujian Hidup Sesuai Tingkatan Iman Manusia” mampu memberikan kesadaran sepenuhnya bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan kadarnya manusia, tidak berlebih dan tidak kurang… semoga bermanfaat